Rabu, 23 Mei 2012

resensi buku 1

Remaja Revo Tekat Pantang Menyerah

Judul               : Remaja Revo Tekat Pantang Menyerah
Penulis             : Purnadina
Penerbit           : Leutika Prio
Tahun Terbit    : 2010
Cetakan           : Pertama, Maret 2010
Tebal Buku      : 164 halaman
Resensator       : Muharram Adruce Noor

Tekat pantang menyerah, merupakan buku motivasi bagi remaja yang mencari jati diri ini berisi duapuluh materi pengembangan diri, dimana setiap meteri disampaikan secara urut, salaing berkaitan, dan cara penyampaian yang segar bahasanya. Diawali dengan kata kata mutiara yang berkaitan dengan materi, kemudian disajikan ilustrasi dari materi tersebut yang disampaikan dengan bahasa yang gaul, sedikit mengandung unsur humor, plesetan, dan tetap bermakna yang tegas yaitu memberi motivasi bagi pembacanya. Dilanjutkan dengan penguatan materi berupa kisah menarik secara singkat penuh makna dan arti sehingga dari kisah tersebut penulis mengajak pembaca mengambil hikmah dari balik kisah yang telah dibaca. Dengan bahasa yang gaul pada setiap hal yang penulis coba sampaikan kepada pembacanya. Setelah itu penulis memcoba membangun pandangan dan persepsi melalui kata-kata yang dijabarkan denagn lugas memotivasi berupa komitmen diri untuk melangkah. Di akhir bab atau materi yang disampaikan diberi semacam gambaran ilustrasi dari kisah yang digambarkan dalam setiap materi. Hal ini menarik pembacanya untuk lebih ingin tahu dan membaca buku motivator ini sampai akhir materi ke duapuluh.
Tekat pantang menyerah, ada banyak cara dan jalan untuk bisa mengucapkan dan melaksanakannya. Membangunkan potensi yang kita miliki yang sebenarnya kita mampu melakukannya tetapi selama ini belum atau bahkan tidak tahu cara membangunkannya adalah suatu tantangan bagi kita remaja revo. Setelah kita bangunkan potensi yang kita miliki, kita harus mengasahnya dan terus menggunakanya. Ketika dalam penggunaan potensi setiap orang memiliki banyak sekali perbedaan. Jangan heran apabila potensi yang orang lain miliki lebih hebat daripada potensi kita sendiri, kita masih perlu belajar dan mencari nasihat dari orang lain yang benar-benar tepat. Tatapi orang yang paling tepat umtuk menasihati kita yaitu  diri kita sendiri. Karena kitalah yang mengetahui semua permasalahan yang kita hadapi,  dan kita sendiri yang menentukan jalan hidup kita, mau jadi seekor tiram di samudera yang luas atau mau jadi burung elang yang menguasai dirinya, bebas, dan tetap bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi pilihanya.
Mental, sebenarnya semua yang kita lakukan di dunia ini tak lepas dari seberapa basar mental kita menghadapi segala tantangan yang ada di depan kita. Terkadang mental kita membuat sendiri semacam doktrin dan ketakutan yang seharusnya itu  dihadapi dengan mudah malah menjadi sebaliknya, hal ini menghambat dan menghalangi diri kita untuk meraih kesuksesan. Lepaskan diri kita dari pejara dan belenggu mental dan lakukan apa yang ingin kita lakukan dengan mempertimbangkan segala resiko dari apa yang nantinya terjadi setelah kita berbuat hal tersebut. Gali segala potensi yang ada dalam diri kita secara maksikmal tanpa rasa takut salah. Sekali lagi mari kita wujudkan tekat pantang menyerah dalam pribadi kita, pribadi seorang pemenang . Gali potensi dari dalam diri kita, bukan mengali potensi dari luar yang tak jelas hasilnya. Cari dan asah terus potensi tersebut melalui berlatih keseriusan dan tekat untuk menemukan potensi diri kita. Jangan sesekali kita berfikir negatif tentang diri kita, karena itulah yang akan terjadi bila kita memikirkan hal-hal yang negatif. Pikiran kita adalah kekuatan besar yang mampu memberi semua yang kita inginkan melalui pola pikir kita dan apa yang telah kita laksanakan. Jangan hiraukan omongan orang yang negati terhadap kita, angap diri kita adalah sebuah pohon dan cemoohan, hujatan, cibiran, kritik yang menjatuhkan adalah sebuah pupuknya. Semakin diberi pupuk semakin subur pula pohon itu, semakin di cemooh semakin jelas kita untuk melangkah dengan pasti.
Melalui buku motivasi ini remaja kan tergugah hatinya untuk menjadikan dirinya seorang remaja revolusioner diantara remaja yang biasa-biasa saja,  belajarlah menjadi orang bijak dalam setipa permasalahan yang kita hadapi, jangan pernah mencari-cari dan melimpahkan kesalahan yang telah kita perbuat kepada orang lain, segera perbaiki kesalahan tersebut, introspeksi diri kita sendiri dan tanamkan dalam pikiran kita untuk bertekat pantang menyerah melawan kemalasan yang membuat kita menjadi pecundang. Bangunlah kembali semangat dalam diri kita, karena semangat akan mengalahkan segala hal termasuk rasa malas sehinga kita bisa fokus pada satu tujuan. (30/04)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar