Rabu, 23 Mei 2012

cerpen 7

Fajar yang Berarti
Oleh :Mang Gugun

Dari seuah kehidupan yang sederhana, seorang anak terlair kedalalam dunia ini dengan sejuta harapan dari orang tuanya, pasangan Sri Murti dan Suwjo memberi nama ia Joko Susanto Noto Negoro.”cah bagus kowe iki pangarepane bapak lan ibumu,mugo mugo koe dadi bocah sing migunani kanggo keluargo,agomo,nuso lan bangsa.”
Sejak kecil joko selalu diasuh dan dibesarkan oleh mereka meski dalam kemiskinan.tempat tinggal yang kumuh di pesisir Jakarta, hidup di pinggir bantaran sungai  menjadi pilihan mereka,karena didaerah saslnya sudah tak mungkin merekabisa bertahan hidup.
Joko sering sakit sakitan,ayahnya seorang petani, beliau mengajarkan betul betul arti hidup dan kedisiplinan.Perjuangan hidup Joko di mulai dari ia bersekolah di TK.Jiwa kepemimpinan yqang diajarkan ayahnya ,membuat ia dipilih oleh guru untuk menjadi ketua kelas, waktu pun banyak beralu ayahnya masih sanggup mensekolahkan joko hingga SD meski kadang imereka tak bisa makan,karena biaya sekolah yang mahal.
Joko adalah anak yang disiplin,pekerja keras,untuk membantu orang tuanya mencukupi kebutuhan sehari hari & sekolahnya.ia berjualan Koran di lampu merah selepas ia pulang dari sekolah ,sore harinya ia menambil pakaian kotor untuk di cuci dan diserahkan kembali dalam keadaan bersih.hampir tidak ada waktu  untuk joko bermain dengan teman temannya.setiap hari membantu orang tuanya dan malamnya ia belajar.
Mungkin jalan hidup joko terlalu berat untuk anak seusianya,tapi joko menjalaninya dengan senang, system religi kuat yang diajarkan orang tuanya membuat ia selalu optimis dalam menjalani hidup ini.sebagai seoranganak ia juga masih belum terlalu mengkontrol emosinya.tiap ada temannya yang menganggu ia terkadang berlebihan dalam menaggapinya.
sebenarnya joko adalah anak pendiam dalam pergaulannya, tapi pada saat mengikuti pelajaran ia tergolong anak yang aktif.ia sangat pandai dalam bermain sepak bola,suatu hari pada hari minggu seperti biasa ia harus membantu ayahnya disawah.tetapi saat itu ada pelatihan sepak bola junior disekolahnya.dengan berat hati ia harus meninggalkan latihan itu,sebagai anak kecil ia hanya bisa cemberut sambil mencabuti rumput rumput,sembari memandanggi ayahnya,sambil berharap dapat izin untuk latihan  dari ayahnya.
Joko menjadi murit yang diperhatikan di sekolahnya,ia selslu mendapat  peringkat satu.ia bercita cita menjadi presiden dimassa yang akan dating.saat ia kelas 3 SD ia ingin sekali punta televisi,ia ingin mendenagrkan dan melihat berita berita tentang kenegaraan dan nasional.berbeda dengan teman teman sebayanya yang gemar melihat kartun.dengan kerja keras dan susah payah, mencuci piring di warug warung,akhirnya ia dapat sebuah televise hitam putih.ia sangat senang sekali bisa melihat tayangan tayangan di televisi.
Prestasi joko semakin meningkat, dalam sebuah perlombaan tingkat SD dalam bidang matematika ai mendapat juara pertama menakalahkan pesaing pesakngnya se kabupaten. Ia pun mendapat beasiswa dari sekolahnya.
Saat 17 Agustus, bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 60, di sekolah jko diadakan bergagai lomba ,joko sangat antusias sekali dengan kegiatan kegiatan itu.ia bermimpi suatu saat nanti bisa mengikuti upacara kemerdekaan di istana Negara.waktu itu mustahil baginya,tapi ia tetap optimis bisa mewjudkan cita citanya itu.saat hari libur joko diajak jalan jalan oleh ayahnya. Karena ia anak satu satunya,ia sangat disayanggi oleh ayahnya.
Seperit biasa ia pergi kesekolah, disebuah jalan ia menemukan sebuah dompet tebal berwarna hitam dengan uang seratus ribuan yang banyak sekali,dan beberapa surat berharga. joko membawa dan menaruhnya kedalamtas.dalam hatinya ia bergejolak,mengembalikan dompet ini atau memakinya.saat itu ia ingin sekali mempunyai sebuah sepeda igar ia tidak capek jalan kaki berangkat ke sekolahnya,setelah 3 hari difikir fakir ia memutuskan untuk mengkembalikan dompet trsebut. Pada hari sabtu sepulang sekolah ia mencari alamat yang tertera di sebuah kartu nama itu.ia memakai beberapa uang untuk ongkos, ia bertekat untuk mengembalikan dompet tersebut pada pemiliknya, selang dua jam ia sampai pada alamat yang dicari, sebuah rumah besar dengan pagar yang tinggi ada dihadapanya, ia dihampri seorang satpam “ ada apa dek?” cari siapa” joko menjawab” apa benar ini rumah pak budianto?” satpam menjawab” benar, adek ini siapa? Ada perlu apa? Kebetulan saat itu pak budi dan anaknya keluar rumah dan ingin jogging di sore hari, setelah bertemu dan menjelaskan semua, pak budi mengajak joko untuk masuk ke rumah dan membatalkan joggingnya, pak budi sangat berterima kasih pada pak joko karena surat-surat pentingnya sudah ditemukan, bukan hanya itu.
Joko juga berbincang-bincang dengan anak pak budi, nisa namanya, ia juga kelas 4 sd sama separti joko, ia diberi berbagai buku pelajaran yang dimiliki nisa, selain itu pak budi juga memberi ongkos untuk pulang bahkan nisa membujuk ayahnya untuk mengantar joko pulang, pak budi juga membuka pintunya lebar-lebar pada joko bila ingin bermain / belajar kelompok.
Suatu ketika ia berniat  belajar kelompok dengan nisa dengan sepeda yang dibelikan pak budi ia ingin kerumah nia, tapi ia tidak diperbolehkan ayahnya “jangan bergaul dengan anak kaya ko”! selama ini joko selalu menuruti kata-kata orang tuanya harus membantah pertamakalinya, ia pergi ke rumah nisa, sejak nisa beljar bersama joko prestasi nisa semakin meningkat. Pertemanan joko dan nisa pun semakin akrab, dulunya nisa yang sekolah di sd faforit yang elite, pindah ke sekolahnya joko, dan disana nisa belajar banyak dari joko, pak budi pun sangat berterimakasih pada joko, karenanya nis abisa memperoleh peringkat 3 besar di kelasnya, persahabatan joko dan nisa semakin akrab, saat istirahat nisa sering bebagi bekal dengan joko, saat mengerjakan pr mereka selalu bersama, walaupun semakin bergulir, joko pun merasakan ada rasa yang sebelumnya belum pernah dirasakannya, nisa punmerasakan hal itu, rasa kagum diantara mereka semakin kompak dan selalu bersama.
Tak terasa waktu cepat berlalu,banyak  kejadian yang tak terlupakan diantara mereka, kini ujian telah tiba ,mereka mengerjakan soal ujian dengan tenang,tiga hari berlalu, UN pun selesa,tingal menyelesaikan ujian sekolah dan menunggu hasil  UN, dua minggu berlalu, hasil yang mereka peroleh sesuai dengaan apa yang mereka harapkan.joko NIM nya 27,95 sementara nisa NIM nya 27,15, mereka merayakan kelulusannya di warteg pinggir kota,dengan memesan dua buah martabak special dan es degan.
 mereka manghabiskan  waktu seharian disebuah taman kota, hingga lupa waktu, sore hari setelah mereka pulang joko diundang untuk makan malam beserta keluarganya sebagai ucapan terimakasih atas bantuan dari joko, makan malam itu benar-benar berkesan bagi joko dan keluarganya, karena itu makan malam pertama mereka di rumah orang kaya dan mewah.
Hal yang tidak diinginkan joko terjadi, ia dan keluarganya terkena penggusuran rumah guna memperbaiki bantaran sungai, sebenarnya pak budi sudah menawarkan untuk sekeluarga joko untuk tinggal dirumahnya, tapi pak wijo lebih memilih pulang kampong ke yogyakarta akhirnya joko terpisah dari nisa.sebenarnya mereka tak ingin berpisah,joko menangis dalam perjalanan,ia bersama keluarganya pulang kampong ke rumah neneknya,dan tak akan kembali lagi ke Jakarta.impiannya ingin mengikuti upacara kemerdekaan di istana Negara pun semakin mustahil untuk terwujud.
Selang waktu joko mendaftar di SMP yang cukup faforit di kampong halamannya,dengan nilainya dan berbagai prestasinya itu ia dibebaskan dari dana bulanan sekolah,dan bila berprestasi lagi pihak sekolah akan memberi beasiswa padanya,joko sedih karena televise dan sepeda pemberian ayah nisa harus terjual demi mendaftaran ia di SMP tersebut.saat itu bulan agustus ,SMP joko akan menseleksi siswa siswi kelas 1 dan 2 untuk mengikuti lomba sains hari kemerdekaan.
Joko dengan antusias mengikuti audisi lomba tersebut,akhirnya ia terpilih dan mewakili SMP nya dalam bdang Matematika,setelah 10 hari pembinaan,joko dikirim SMP faforit di jogjakarta ntuk mengikuti lomba disana,dengan bangga ia membawa pulang medali juara dua,iapun sangat bergembira,pihak sekolah pun berterima kasih pada joko ,dan ia juga terkejut ketika mendapat pengumuman bahwa ia akan dikirim ke Jakarta untuk mewakilijogjakarta di tingkat Nasional,joko pun lebih terkejut ketika tahu hadiahnya adalah mengikuti upacara kemerdekaan di istana Negara. Joko pun belajar lebih giat untuk mrwujudkan cita citanya tersebut.
Saat perlombaan ia bertemu nisa,iapun sangat bahagia,nisa sebagai wakil dari Jakarta.sebelum perlombaan dimulai mereka berbincang bincang terlebih dahulu,perlombaan pun dimulai,joko,nisa, dan 30 perwakilan dari masing masing propinsi pun mengikutinya dengan semangat dan sunguh sunguh.selelah sore tiba pengimuman pun dibacakan oleh dewanjuri, saat itu adalah saat saat yang menegangkan bagi srmua pesertaketika sampai di juara dua nama nisa affianti pun disebut, tapi joko masih harap harap cemas,saat pengumuman jawaranya ”dan yang terbaik seluruh Indoneasia adalah…nomor peserta 006-07-12 dari jogjakartaJoko susanto notonegoro...”joko pin diam tak bergerak,karena tak percaya akan hal ini,nisa pun memeluknya dan memberi ucapan selamat padanya.
Joko,nisa,dan juara lainnyadijamu oleh mentri pendidikan pada malam hariya,mereka mendapat sejumlah piagam dan beasisaswa  dari Negara. Joko dan nisa pun harus terpisah untuk sementara waktu,karena mereka harus pulang membawa prestasinya ke sekolah masing masing sebekum besuk ,ereka mengikuti upacara di istana negara.
Sore itu 16  agustus  joko dijemput oleh mobil yang akan membawanya di sebuah penginapan,mereka  semua sudah membayangkan apa yang akan terjadi esok,semalaman mereka semua tidak tidur,melewatkan waktu dengan berbincang bincang dan saling berkenalan.terdengar percakapan nisa dan joko”nis,aku senang sekali,impian kita dulu di lampu merah kota Jakarta akhirnya terwujud,aku juga ko,seneng banget.”
Detik demi detik puun berlalu,waktu itu pukul 04.00,mereka semua bangun dan sholat bagi yang muslim,dan bersiap siapmenuju istana,joko lembali berkata”fajar yang indah banget.” Setiba mereka di istana Negara,mereka telah duisiapkan tempat duduk khusus bagi mereka,Upacara berlangsung khitmat,nisa dan joko sangat senag sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar