Rabu, 23 Mei 2012

Karena merapi

Karena merapi

Pagi ini aku menangis
Disekitar rumahku porak poranda
Bunga mawarku berselimut debu panas
Apa yang terjadi dengan kampungku tercinta

Sejauh mataku memandang
Sejauh itu pula air mataku menetes
Menjerit sekuat tenagaku
Ketika ku ketahui petaka ini
Ayah ibu pergi bersama merapi

Ya allah cobaan apa yang kau beri
Kuatkah diriku menerima semua ini
Badanku melemas di barak pengungsian
Aku masih hening terdiam terpaku
Belum mampu berkata kata

Melalui puisi ini aku bercerita
Dengarkan lah sahabat negriku
Perasaanku saat ini  seperti mati
Semangatku kemarin berbeda dengan esok
Namun aku tak boleh berhenti
                    Oleh: Muharram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar