Rabu, 23 Mei 2012

cerpen 3

KISAH lan CINTAKU ning JURNALISTIK
Oleh :Mang Gugun

  “Teeet…..” suara bel saat jam istirahat, waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB, semua teman temanku di kelas XI IPS 5 berhamburan keluar kelsa untuk makan dan jajn di kopersai atau kantin sekolah, sementara aku sendiri masih sibuk mengerjakan tugas.
“assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu, pengumuman, bagi anggota tim  ekstra Jurnalistik nanti sepulang sekolah harap berkumpul di joglo.” Terdengar suara itu di speaker kelasku. “Jurnalistik, apa itu ya…?”aku sepertinya tertarik untuk mengikutinya, dalam batinku terus bertanya tanya, sepulang sekolah aku pun mengikuti acara tersebut.
Saat aku melihat di joglo mereka di  binbing oleh ibu  Jumiti yang juga guruku bahasa Indonesia , aku pun mengikuti ekstrakulikuler tersebut, sebelumnya aku sudah kenal dengan salah satu anggota jurnalistik, yaitu mbak Sely Indraswari, yang sering ku pangil mbak Sely, saat aku baru saja masuk aku di percaya untuk mengikuti lomba membuat mading yang bertema Pemuda ngerti pajak,Tax For Student 2010, Kanwil DJP Jateng 1 dan KPP  Pratama, tanggal 22 juli 2010. Dan akhirnya SMANJU mendapat juara dua, aku senang sekali rasanya, aku bahkan dapat bisaisiwa selama dua bulan dan piala Pertamaku yang masuk Rmah.
Karena kelsa tiga sudah pasti di sibukkan dengan persiapan persiapan ujian maka ada perekrutan anggota baru dari kelas satu, tapi ada kelas tiga yang masih aktif untuk mengajari kami semua agar mengerti dan selalu membimbing kami, aku pun semakin mengenal banyak teman di Jurnalistik, mengenal lebih dekat kakak kakak-kelas adik-adik kelas. Lebih akrab dan seperti sudara sendiri rasanya,pertemuan pertemuan setiap hari sabtu rasanya begitu melekat di hatiku.
Agenda jurnalistik setiap  bulan adalah membuat mading sesuai dengan tema yang menyangkut bulan itu, kebetulan aku di percaya oleh teman teman untuk menjadi pim.red. anggota 1 mading, dan mbak Sely pim.red. anggota 2 mading. Setiap bulan aku dan teman teman yang lain menyalurkan karya karya terbaik dari kami untuk sahabat mading SMANJU.
Tak ku sangka akupun merasa begitu naymannya di jurnalistik, saat ku sadar ternyata aku adalah satu satunya cowok yang ikut jurnalistik, aku pun mengajak Widi dan mas Alfian untuk bergabung, dan Imam adik kelsaku pun juga bergabung disitu,seneng deh…, aku banyak temannya.
Hubungan ku dengan mbak sely pun semakin dekat, kami sudah seperti adik kakak beneran. Aku sering di bangga banggakan di depan semua teman temannya,”aku pun takut jika kelak aku mengecewakannya,bagaimana rasanya yah…. Semoga tidak pernah terjadi. Amin….”
Semua berjalan lancer sebelum aku berkenelen dengan Mu’ah Saroh Suprihatin, dia adalah wanita yang pernah mengisi hatiku, dia manis, imut, manja, pengertian, dan lucu. Aku mulai jatuh hati dengannya, satu minggu aku PDKT dengannya,belum sampai jadian aku sudah bertengkar dengannya karena sesuatu.Sebelum peristiwa itu aku, mbak Sely dan Mu’ah ditraktir bu Jum karena telah membantu beliau, kami pun membeli bakso berasma di pasar Juwana.dia lucu makanya,hehehe
Tak ku sangka bicaranya sekasar itu padaku, aku sekarang baru tahu sifat aslinya orang yang kusayangi seperti itu, setelah aku terlanjr cinta dengannya dengan berat hait aku harus melepsanya pelan pelan,. Aku pun malah terlibat masalah dengan mbak Tika ismayanti, seorang idolaku di jurnalistik karena ketangkasan tanganya yang menghasilkan  karena aku memang merasa tidak cocok dengan Mu’ah. Sampai saat ini aku masih diam tanpa kata saat aku bertemu dengannya di jurnalistik.
Tidak lama berselang, dari tugas demi tugasku aku pun mengenal Narsiki, gadis cantik berkerudung yang tampak solihah  yang membuat hatiku terpikat dan aku mulai bisa melupakan Mu’ah, hal itu mulai diketahui Mu’ah, hal hal yang tidak ku inginkan pun mulai terjadi satu per satu, dan membuatku terrpuruk,
Aku mulai mengecewakan mbak Sely, mbak Tika, dan diriku sendiri, mbak tika mulai tak akrab denganku, padahal sebelumnya aku ingin di ajari tentang bakatnya mengambar.aku terlibat pertengkaran kata kata dengannya walau hanya lewat SMS.aku kecewa sekali dengan kejadian itu, isi SMS  itu tidak mencerminkan aku banget. Bahkan masalah ini sampai ku adukan ke mbak Sely, dia membelaku habis habisan di depan mbak Tika.
Hubunganku dengan mbak tika dan Mu’ah pun semakin tidak harmonis sekali,aku berusaha lebih dekat dengan narsiki ,tapi aku mengalami kebingungan sendiri, pelan tapi pasti aku pun melupakan mu’ah.
Aku bahkan sampai main kerumahnya,aku ngobrol dengannya, bahkan aku mengungkapkan isi hatiku didepan rumahnya, tapi dia tidak memberikan jawaban apapun seperti mengantung harapanku padanya, aku ditolak oleh Narsiki,huh….,tak apalah mungkin belum jodohku. setelah kejadian itu aku malah terlibah pertengkaran yang sebenarnya tidak ku inginkan dengannya, lagi lagi aku tidak bisa mengendalikan emosiku saat aku berkomunikasi lewat SMS,  rasanya aku tidak jentel sekali, aku masih berusaha medekati narsiki hingga seorang Adit dating,ia mengacaukan perjuanganku,heheh,itu menurutku. Tahu tidak….aku bahkan sampai membuatkan dia sebuah lirik lagu yang berjudul namanya sendiri, yang sampai saat ini masih ku cari satu per satu nada yang tepat agar terbentuk sebuah lagu yang indah.
Mbak Sely pun merasa kecewa banget dengan sikap sikapku yang mulai banyak tidak bisa ku pertangung jawabkan, aku sering ngomong ‘A’ tapi tak berapa lama aku ganti ngomong ‘B’ dan aku juga bingung,hal itu masih terjadi berkali kali padaku sampai saat  ini.
Begiti sama seperti yang dulu ku dengan Mu’ah nasip kisah perjunagnku dengan Narsiki, lam kelamaan aku mulai mengetahui sikap sikap yang tidak ku harapkan dari mereka. “manusia memang tidak ada yang sempurna, tidak ada……tidak hanya dilihat dari penampilan luarnya saja, karena sekarang sesuatu yang indah pun menipu.” Dari kisahku itu aku dapat banyak manfaat berharga yang membuatku semakin kuat menghadapi hidup ini.
Tanpa kusadari saat saat aku bersedih, saat aku terpuruk, saat aku gelisah, dan saat aku menangis, ada seseorang yang selalu perhatian denganku selain mbak Sely, dia adalah temanku jurnalistik juga yang sebelumnya aku kenal dia dari seorang Tika Fitria. Namanya Ida Sri Wijayanti, semangat semagat yang ia kirimkan padaku walau hanya lewat SMS membuatku sedikit bertanya Tanya, kenapa dia perhatian denganku?
Aku pun menceritakan hal ini pada mbak Sely, “ mbak, aku ingin serius kali ini, sepertinya dia ada rasa denganku,mungkin pelan pelan aku akan menyukai dia mbak, tapi sepertinya ia sudah bosen dengan semua kata kataku yang berulang kali aku bilang seperti itu pada beberapa orang yang ku suka tapi akhirnya seperti itu terus.
Seiring berjalanya waktu biar hanya aku dan Ida yang tahu kisahku ini, biarlah ku sandarkan Cinta Kilat ku ini padanya.
Kini aku dengan masalah masalahku dan teman tenam jurnalistik harus fokus dengan pembuatan majalah ANTENA edisi ke tiga hingga sampai saat ini berhasil di terbitkan. Aku Bangga……Thanks for All.
Sukses selalu tim jurnalistik SMANJU…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar