Tugu Tani
Petani Indonesia, 2012
Surya mulai menyerang dinding malam yang dingin
Membangunkan pengkokok dari jerami kegelapan
Menyuarakan aungan pertanda sang pembajak sudah harus ada di garis start
Turun keladang untuk membelainya
semangat muncul dari hati yang terasa masih sunyi
Membawa sepucuk angan dan mimpi
Memendam kerinduan pada kejayaan
Sinarnya memerah mewarnai atap bumi
Cangkul mulai diturunkan dari pundak perkasa
Crok…crok…crok…
Suara berirama indah yang menyulap rerumputan menjadi parit kecil
Sang pembawa berkah mengalir melunakkan keras kepalanya tanah lahan
Luka hari kemarin akan terbayar
Luka hati kemarin adalah kenangan
ketika mata hanya memandang hijaunya daun padi dan kuningnya gabah tua
di sepanjang pematang tampak senyum kegembiraan
panen raya 2012, meninggalkan puso tahun kemarin
petani Indonesia, 2112
fajar masih menjadi saksi bisu
lahan yang dulu hijau nan permai
kini berubah jadi pemukiman tempat anak cucu adam bertahan
tinggallah sebuah tugu yang bertahan
tugu Tani tua yang hampir roboh
sejarah peradaban pertanian masa lampau penuh kejayaan
yang kini Tugu tinggallah Tugu
cerita tentang hijaunya daun padi hanya tergambar buram dalam relief
tak ada lagi ayah yang mengajak anak putranya pergi ke ladang
tak ada lagi ibu yang menggandeng putrinya mengantarkan rantang
kini hanya ada ayah yang mengajak anaknya ke pelabuhan
menanti padi dari negeri seberang datang
dan ibu yang duduk manis bersama putrinya di teras
menunggu ayah pulang
Tugu Tani, sejarah kejayaan petani Indonesia
Dikarang oleh Mang Gugun nama pena dari Muharram Adruce Noor, siswa SMA Negeri 1 juwana, Pati, Jawa Tengah, kelas XII IPS 3. Pemimpin redaksi Majalah Sekolah “ANTENA”. Dengan email :adrucenoor@yahoo.com/fb : muharram adruce noor. No HP : 089636441300
Tidak ada komentar:
Posting Komentar