
Ketika mata mulai terpejam
Mencoba merasakan nadi yang silih berganti datang dan pergi
Bersimpangan tanpa ada kemacetan dalam tubuh
Aku mulai bertanya tentang apa yang akan ku tanyakan
Betapa rindu ini mati karena hati yang masih ditutup tutupi
Dia lebih beriman daripadaku
Ketia diperintah meneteskan air dari atap bumi
Dia teteskan satu persatu tanpa berhenti sebelum diminta
Langit
Dia lebih taat daripadaku
Ketika dia harus melepas satu yang menjadi panutan panutan yang lain
Ketika tangis mulai membasahi tubuh yang pagi
Dia lepaskan hingga terhempas ke tanah
Tangis yang lain pun terpecah ranting mulai menguning batang berbalik kebelakang
Daun
Dia lebih bertakwa daripadaku
Ketika dia datang dialah yang mampu member kehidupanku
Memberi rasa dan warna, perintahnya dia harus datang dan pergi tepat waktu
Tak boleh telat datang atau terlalu cepat pergi
Dia sangat taat terhdap perintah
Sinar terus memancar
Matahari
Aku tak ubahnya lebih hina daripadanya
Aku tak jauh berbeda dengan angin, aku tak jauh berbeda dengan suara sumbang
Datang dan cepat hilang
Aku adalah manusia ke masa
Aku lelah
Alur masih betah
Aku pilu
Tapi hati masih merangkul ilmu
Aku duduk
Walau kadang tak tunduk
Aku tersipu
Melihat mereka begitu mampu
Aku lelah
Aku lelah
Aku lelah
semarang, 30 April 2013
Mang gugun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar