Minggu, 14 April 2013

Kuputuskan Cintaku di Paris


Itik-itikdisawah berbaris saling menundukkan kepala mencari makan menyusuri sepanjang ladangluas yang telah beberapa bulan lalu dipanen, potongan batang padi Nampak masihsegar-segar menancap disawah yang berair itu, bahkan ada yang tumbuh tunas lagidan sudah mengeluarkan biji padi muda. Tiba-tiba ketika aku lewat itik-itik itugaduh, dua pasang mata kanan kiri sekitar seratus itik memandangku dengan penuhtanda Tanya, mungkin aku boleh mengira pertanyaan mereka. Siapakah aku?  Ya mungkin itu pertanyaan mereka. Aku barusaja tiba dirumah nenek di daerah Kulon Progo-Jogjakarta.
Betapamelelahkannya perjalanan hari ini. Ya setelah ujian kenaikan kelas aku dimintabundaku untuk datang kerumah Nenek, disini yang masih hidup hanya Nenek dankakak-kakak serta adik bundaku, Kakeku meninggal waktu aku kelas dua SMP. Sedihrasanya bila ingat kejadian itu, aku adalah cucu kesayangan Kakekku daribeberapa cucunya yang lain, apa saja yang kuminta pasti dituruti, aku juga yangpaling manja saat itu. Kata kakek ditelepon juga ndak usah kesini dulu, wong cuma masuk angin dan kecapekansaja, tapi paginya aku ditelepon Nenek bahwa Kakek sudah meninggal. “Innalilahiwainnaillaihirojiun…” takkuasa tangisku meledak-ledak, bak penampungan air mata di dalam pelupukmatakupun tumpah dan mengalir dipipi hidung dan sekitarnya. Padahal pagi ituaku baru saja mau telepon Kakek. Dan aku juga sudah siap berangkat ke sekolah. Akusangat kecewa karena aku tidak bisa melihat jasadnya untuk yang terahir kali,karena waktu itu diperjalanan macet dan mobil Abah mogok waktu banjir diSemarang jadi sampai Jogja yang targetnya jam satu siang jadi molor jam empat.Sesampainya disana aku hanya menangis diatas pusara makan kakekku tercitna.
“Assalamualaikum Nek, ini Manisw Nek, cucu Nenek dari Pati!” maklum, Nenekkusudah usia 80 tahunan dan agak pelupa beliau, namun diusia setua itu beliaumasih bisa berjalan dengan tegap dan sehat.
“Waalaikumsalam, kapan datangnya?”
“Barusan Nek, tadi naik bus kesini!”
“Jam berapa dari rumah? Macet ndak? Sama siapa dating kesini?”
“ Jam delapan nek, Alhamdulillah tidak macet, kesini sendirian Nek, Abah sama Bundalagi ada urusan jadi ndak bisa ikut!”
“Ya sudah, sana minta sama tantemu suruh bikini minum, dan lekas istirahat!”
“Ndak usah Nek, nanti Manisw bikin sendiri, iya nek, aku mau kekamarku, sudahlama aku merindukan kamarku disini!”
Huft,capek rasanya perjalanan sejauh itu naik bus sendirian, apalagi ini pengalamanpertamaku naik bus dari Pati ke Jogja sendirian, aku masih Tanya sana sinikepada orang yang bisa ku tanyai waktu aku di Terminal, takutnya nyasar danakupun  memastikan apakah bus yangkutumpangi ini benar kearah Jogja atau bukan. Pengalaman yang menyenangkanpokoknya.
Tujuankudisini selain ingin liburan dan refreshing juga ingin melupakan semua bebanyang ku rasakan kemarin, oh iya aku kemarin dapat rangking tiga besar, melorotdari semester sebelumnya sih, tapi ndak apa lah, yang penting naik, soalnyapelajaranya semakin sulit dan aku juga ada masalah dengan ….ya tau sendirilahdengan siapa. Yang penting 10 beasr rangking dikelas dikuasai kaum Hawa, kaum Adamnggak ada yang mampu nembus 10 beasr, hahahaha
Beberapaminggu lagi aku akan kelas tiga, saat-saat yang paling mendebarkan danmeresahkan, aku harus memanfaatkan waktuku semaksimal mungkin untuk liburankali ini, tak ada Matematika, Bahasa Inggris, Geografi, Ekonomi, dll, terutamanggak ada Adi. Semenjak Ulangan Kenaikan Kelas sampai sekarang aku tak pernahberbincang-bincang lagi dengannya, mungkin dia jaga jarak denganku, ataumungkin dia takut bila ada yang tau bahwa kita sering jalan berdua dan sampaiketelingga orang tuanya, dia akan dibuang keluar Jawa. Sungguh kejam orang tuanya. Mungkin karena dia anak seorangyang ya… cukup intelek lah, bahkan dia diharuskan menikah diusia duapuluh enamsampai dengan duapuluh delapan tahunan dan sesuai dengan keinginan orang tuanya,huh, kayak jaman Siti Nurbaya saja.
“kenapa aku jadi mikirin dia ya? Tapi kangen sebenernya sama dia, kangen melihatsenja ditaman kota. Tapi kalau aku bisa ajak dia ke Jogja, dia akan lebih bisamelihat senja dengan jelas dibalik perbukitan belakang rumah Nenekku.”
Akupunbicara sendiri dalam hati sambil tiduran dan tertawa-tertawa sendiri, setelahtadi membereskan dan membersihkan kamarku, sudah dua dua tahunan aku tak tidurdisini, berdebu dan kotor, walau kata Tante sering dibersihkan. Yah namanya jugandak pernah ditempati, tadi pun aku yang ganti lampunya, karena sudah padam,eits, jangan salah, biar gini-gini aku jago lo ganti lampu kamar sendiri pakaitangga, hehehe.
KubukaHandphone dan kukabari Abah dan Bunda, bahwa putrinya tersayang sudah sampai dirumah nenek dengan selamat dan sehat. Eh ternyata ada SMS yang tak ku kenalnomernya.
assalamualaikum Manisw, gimanakabarnya?Sepi banget kontak masukku, gimana liburanya? Pasti menyenangkan, sekarang lagidimana nih? Kalau dirumah boleh dong mampir? aku ada rencana liburan seru nih,boleh ya…?” kupikir itu dari salah satu sobatku atau temenku perempuandisekolah, ternyata dari Adi. Yeeee, senengbanget deh di SMS lagi.
waalaikumsalam, ya aku sebagaiperempuan nunggu kamu SMS dulu dong, hehehe. Kabarku baik kok, kamu? iya Di,aku lagi di rumah Nenek, baru aja nyampe,wah jangan dulu ya kalau main kerumah, aku lagi nggak dirumah nih, dan awas,jangan main kerumahku, kasihan aku pasti dimarahin tau…!”
“Ya sudah, aku mau ke Jogja nih, ikut ndak? Ntar tak ajak kamu keliling Jogjadeh Manisw…!”
“(yah dia nggak tau kalau aku sudah di Jogja. Hehehe)” “ iya kamu saja liburansendiri, toh juga kamu ada keluarga kan!”
“Keluargaku sibuk semua, ndak ada yang mau diajak liburan, Abah ke Kalimantan,Ummiku ada tugas dinas, aku sendirian dirumah nih Manisw!”
“Iya kapan-kapan aku temenin deh, tapi bukan liburan kali ini ya, kita kan belumjadi apa-apa! Eh, hehehe”
“lakamu maunya kita jadi apa? Atau?”
“eh eh eh ndak-ndak, hehehe… bercanda kok!”
“Ya udah, aku mau mandi dulu Di,mungkin aku akan jarang SMS kamu, aku mau tenangin diriku dulu…I love uAdi….!!! (Eh? Yang terahir… jangan dulu, bisa ke GR-an tu bocah, biarkan diajadi anak baik-baik dulu aja, nanti bisa makin suka lagi dia sama aku! Hahaha)”segera kuhapus tiga kata di SMS terahirku yang bisa mengubah peradaban, hehehe(lebay) dan ku send ke dia! “Send…….!”
  “ Ya udah,aku mau mandi dulu Di, mungkin aku akan jarang SMS kamu, aku mau tenangindiriku dulu… jaga dirimu baik-baik, yang semangat ya hafalin Qur’an, besokkalau masuk aku minta diajarin lagi.AssalamualaikumAdi…!
Selepassalat magrib ku ajak Tanteku ke Malioboro untuk melihat-lihat dan membeli makanmalam disana, akan tetapi dia belum mau, hingga akhirnya kubujuk dan kurayu,belum tau rayuan mautku, siapapun tak kan menolak kemauanku jika kurayu,hehehehe. Selepas salat isya aku dan tanteku pergi ke Malioboro.
“welcome Malioboro, dua tahun yang lalu kita berjumpa, kau tak nampak berubahsedikitpun!”
 Aku membeli Gudeg, sebenarnya di Pati juga adagudek khas Jogja, tapi lebih afdholkalau belinya langsung disini, alunan nada indah pengamen jalanan mengiringimakan malamku bersama Tanteku, ketika aku menengok kebelakang…
astagfirullahaladzim Adi?” untungsuaraku ndak keras, jadi dia ndak dengar, segera kupercepat makanku dan kumintaTanteku yang bayarin dulu, karena Adiada didekat kasir. Akupun meninggalkan warteg perlahan-lahan.
            Sesampainya dirumah Nenek aku di SMSAdi, dia memberitahuku bahwa dia ada di Malioboro sekitar jam delapan, akutertawa sendirian dikamarku karena aku hampir saja ketahuan jajan ditempat yangsama denganya. Aku balas saja dengan nada yang menyenangkan sehingga dia takNampak curiga. Akupun mencoba untuk tidur setelah membalas beberapa SMSdarinya, kasihan juga aku kaalau tidak dibalas.
            Suara burung-burung malam danjangkrik membangunkanku dari sangkarku, membawa angin semilir yang masukmelalui celah jendela yang terbuat dari jati emas, menusuk-nusuk tulangku,sungguh udara disini sangat dingin, dua kali lipat dari dingin di Pati. disinisuasananya sangat nyaman, tak seperti di Pati, setiap detik terdengar suaramotor dan mobil-mobil besar yang lalu lalang, maklum rumahku di Pati dekatdengan jalur Pantura Jawa. Hari ini pun aku berhasil mengajak tanteku ke parangtritis (Paris), pantai yang indah danbesar ombaknya, aku menikmati segelas es degan dan roti yang kubeli daripedagang yang ada disekitar pantai, aku duduk di pasir putih dan menikmatisenja bersama Tanteku, tiba-tiba suara taka sing dating menghampiriku.
            “ Manisw? Apakabar? Lama tak jumpa!”
            “ Adi? Sejak kapan disini? Kokkamu…?”
“ Ditanya balik nanya, hehehe, ndak perlu kamu tahuaku sejak kapan, yang jelas aku menemukanmu saat di Malioboro!”
“ Jadi? Hehehehehe”
“ Kamu itu lo…eh, kita dipertemukan Allah disinidengan maksud tertentu lho?”
“ Emangnya apa Di?”
“ Mau nggak kamu jadi pacar aku? Biarlah aku nantidibuang kemana, yang jelas aku suka sama kamu, aku cinta sama kamu, aku inginkamu jadi pendampingku suatu saat nanti! Huwh lega…!”
            Aku hanya terdiam membisu, karenadisampingku masih ada Tanteku. “ Tante, aku tinggal sebentar ya?”
Akhirnyaaku pun mengandeng tangan Adi menjauh dari Tanteku. “kamu itu gila ya Di? Kamunggak tau ada Tanteku, aku benci kamu!” sambil berlari meninggalkanya.
Tapidia mengejarku dan berhasil memegang tanganku. “ aku sayang kamu Manisw, maukahkamu menjadi istriku?” sambil menyodorkan cincin emas bermatakan berlian.Diapun berlutut dihadapanku, momen yang indah banget pokoknya.
“inigila Di, aku masih SMA, kamu juga! Aku ndak mau kamu jauh dariku makanya akumenjauhimu, aku juga cinta sama kamu Di, aku juga sayang banget sama kamu, akujuga mau hidup denganmu. Tapi aku tak bisa sekarang Di… bila kita jodoh kitandak kemana kok, kita berteman saja ya, dan bukan teman tapi mesrah, lepaskantanganku! Cepat!”
Akupunmemintanya untuk berteman, mungkin ini yang terbaik bagi kami, tapi aku izinkandia memakaikan cincin itu dijari manisku, kamipun menikmati senja dan merapatketempat Tanteku sambil berkompromi menjelaskan semua ini. hehehehe
“ Manisw, I loveu!”
“ love u tooAdi…!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar