Minggu, 14 April 2013

Apa yang kulakukan ini benar?


Rintikhujan menetes dan membasahi setiap apa yang ia temui, tak memberi kesempatanpada embun untuk menampakkan dirinya pagi ini. Suasana pun menjadi ramai, hujandiluar sana berteriak-teriak ketika berbenturan dengan apa yang ia temui,terutama ketika ia menemui genting, sepertinya besar-besar hujannya. Angin yangberhembus melalui cela-cela jendela masuk dan menusuk tulang, membangunkankudari rasa malas dan rasa kantuk yang terus menyerangku sepanjang malam.  Ternyata sudah waktunya salat subuh, bukanwaktunya sih, sudah kelewat hampir satu jam yang lalu kata jam bekerku yangterus saja mengoceh. Kumatikan jam dan kubereskan tempat tidurku.
Hujanmasih menunjukkan dengan lantang kekuatanya diluar sana, Sepertinya akubenar-benar kesiangan kali ini, setelah ku ucapkan salam yang kedua jam bekerkukembali berdering. Oh iya, jam bekerku ini bisa ku seting beberapa kali deringan,yang pertama mungkin setiap senin kamis akan berdering jam tiga, terus jamempat lebih lima belas akan berdering kembali menginggatkanku salat subuh, jamsetengah enam berdering untuk menginggatkanku mandi, dan seterusnya.
Sepertinyahujan membujukku untuk tidak mandi pagi ini, tapi nanti gimana disekolah kata teman-temanku, pasti bau deh. Kulangkahkankaki perlahan ke dapur, kuletakkan panci diatas kompor gas dan kunyalakan biruapi untuk menghangatkan beberapa liter air didalamnya. Setelah menunggu sekitarlimabelas menit, kuangkat panci dengan dua sapu tangan dan kubawa ke kamarmandi, kutuangkan kedalam ember hitam dan kuberi air yang dingin, akhirnyamandi juga.
Istanakurumahku, entah kebalik, rumahku istanaku pagi ini menyediakan menu makan yanglezat sepertinya, sedari tadi bunda sudah sibuk didapur, mungkin sebelum akubangun tidur, hehehe. Aku perempuan tetapi belum bisa masak apa-apa, masak airsaja gosong pancinya, hahahaha. Entahlah aku ingin sekali dihari minggu atauhari yang luang minta diajari masak, terserahlah masak apa saja. Tapi aku takberani bilang ke bunda, takutnya dibilang “ eh anak bunda habis kesambet apaya?” hehehe. Kata-kata itu membuat pipiku yang tembem mancung kedepan danmemerah.
Selepassarapan aku siap-siap, kukenakan sepatuku yang berwarna putih, hari ini haribebas, biasanya hitam terus setiap hari, kecuali rabu dan kamis. Aku langsungmenuju ke garasi untuk bonceng abah atau bunda, kalau abah naik mobil, kalaubunda bawa motorKutemukan sepucuksurat diatas meja dekat garasi.
“Maniswatun Khasanah, abah dan bunda berangkat duluan ya, kamu lain kali kalautidur jangan larut malam, jadi bangunya tidak kesiangan, nanti jalan kaki sajaatau naik angkot, salam sayang. Abah-Bunda”
“ Astagfirullahaladzim….Abah sama Bunda ninggalin aku?”
Pastiini karena aku bangun kesiangan deh, terpaksa aku jalan kaki, walau jaraksekolah dan rumahku tidak lebih dari satu kilometer, daripada naik angkot,nanti aku takut diperkosa dan diculik seperti kisah temanku sekelas yangdigituin sama bapak-bapak supir angkit, hiii…ngeri. Tapi kalau hujan begini yapaling males jalan kaki. Kuambil mantel yang bergambarkan doraemon, oh iya akujuga sangat suka kartun doraemon, kucing lucu dari jepang, hehehe. Bismillah…berangkat sekolahhujan-hujanan. Tak apa lah sekali-kali menyatu dengan alam.
Ketikasampai di lampu merah dekat sekolah, aku hampir saja tertabrak mobil, saat akumenyebrang di zebra cross. Maklum aku orangnya ceroboh dan tak hati-hati,apalagi dijalan, dirumah saja sudah berapa lusin piring dan gelas yangkupecahkan, makanya aku tak pernah disuruh mencuci piring oleh bunda. Ya Allah innalillahi…..miris saja akuterserempet, kurang ajarnya lagi mobil itu tidak mau berhenti, ku usap dada inidan kukeluarkan air mineral dari tas sambil membuka jas hujanku. Sungguhperistiwa yang tidak akan pernah ku lupa pagi ini dan selamanya “M 1204 NG”itulah plat yang berhasil terjepret oleh pandanganku. Sepertinya plat itu bukanasli dari kota ini, karena setahuku plat nomor disini adalah “K” huruf awalnya.
Sampailahaku disekolah, dengan sepatu yang basah, bodohnya aku, kenapa tidak pakaisandal saja dulu tadi ya, saat berangkat. Kan jadinya nggak basah seperti inisepatunya. Sesampai dikelas aku segera buka lemari pribadiku, apakah aku pernahmeninggalkan sepatu disini, ternyata tidak. Aku risih dengan kondisi sepertiini, kalau ku copot pasti dimarahin guru walaupun alasanya kehujanan. Tiba-tibaada seorang lelaki yang baru saja ku lihat, mungkin dia murid baru, tapi kenapadia membuka rak milik salah satu temanku cowok, siapakah dia? Aku semakinpenasaran. Dia menawarkan aku sepatu cats berwarna biru hitam yang lucubentuknya.
“kenapa sepatunya? Basah ya? Pasti tidak nyaman kan? Ini tak pinjami sepatuku,aku bawa dua hari ini, tapi yang satu sepatu basket. Tak apa lah kau pakai yangini, biar aku memakai sepatu basket!”
“(siapa dia, baik bener, perasaan belum kenal, sok akrab, atau…?)” “ oh iyaterimakasih ya mas!”
Segeraaku beranjak dari tempat itu menuju bangkuku, dimana dia duduk? Kucari kursisiapa yang dia duduki, tapi tak kutemukan dia sesaat setelah bel berbunyi,apakah dia hantu? Jangan-jangan? Hantu beneran…! Hiii….! Aku terus membatindalam hati hingga sesaat Kepala Sekolah bersama BK dan Pak Handi tercinta…(gurumatematikaku yang tergalak) masuk kedalam kelas bersama dua orang asing, yang satumemakai seragam kotak-kotak warna merah, yang pak tua berkumis memakai jaswarna hitam. Sepertinya aku pernah melihat pak tua berkumis ini? Tapi dimanaya? Kembali aku membatin.
“ assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, selamat pagi anak-anakku tercinta!” pak Kepsek mengawali pembicaraan padakesempatan kali ini dengan senyum khasnya.
waalaikum salam warohmatullahiwabarokatuh pak, selamat pagi…!” ku jawab dengan lantang dan bareng denganteman-temanku satu kelas.
“kedatanganbapak disini bermaksud memperkenalkan salah satu murid baru yang akan menjaditeman baru kalian selama kurang lebih setahun kedepan, dia bernama Rahmad AdiSusanto putra dari bapak Aji Susanto, dia disini melanjutkan studinya setelahpindah karena mengikuti bapaknya tugas disini, dikota kita tercinta ini.Silahkan nak Adi perkenalkan dirimu!”
“selamat pagi teman-teman, nama saya Rahmad Adi Susanto, saya ingin bertemandengan kalian semua disini, semoga kalian mau menerima saya dengan baik.Terimakasih.”
“itutadi perkenalan dari nak Adi, tunjukkan sikap ramah kalian dan kita disinisudah menjadi satu keluarga, bapak tinggal, silahkan nak Adi bisa dudukdisebelah nak Manisw untuk menerima pelajaran pertama pagi ini yaitumatematika, bukan begitu pak Hands?”
PakHands, nama sapaan dari pak handi pun menjawab pertanyaan dari pak kepalasekolah. Pelajaran paling membosankan itu pun dimulai.
***
Semenjakitu akupun berkenalan dengan Adi, rasa deg-degan sempat melandaku ketikapertama kali dia duduk disebelahku, sepertinya aku jatuh cinta pada pandanganke dua. Yang pertama tadi saat dia menawarkan sepatu padaku. Dia orangnya cukupbaik, ramah dan aku paling suka dengan dia, kerana dia walau anak orang kayabahkan anak pejabat, tetapi agamanya sangat bagus, suaranya saat melantunkanayat-ayat suci itu sangat merdu, setiap ada jam kosong dia sempatkan dimasjidsekolah untuk salat sunah, diam-diam aku selalu mengikutinya. Aku pernah mintadia untuk mengajariku membaca dengan lancar, dia beri aku contoh dengan ilmutajuwid yang benar, subhamallah….Suaranya membuatku merasa tentram, tenang, damai, dan nyaman, ya meski akusampai sekarang masih susah jika membaca dengan lancar. Tampangnya pun lebihtampan dari teman-temanku cowok yang sekelas, ah, jangan sampai aku jatuh hatipadanya, entahlah. Perasaan ini setiap pagi berbunga-bunga sejak sebelahandengan Adi. Dia itu seperti orang dewasa, pendiam namun bijaksana, sekaliberkata langsung banyak pengaruhnya. Dia itu seperti Ridho Rhoma. Ya mungkinsebelas duabelas dengan Ridho Rhoma putra dari penyanyi dangdut terkenal diIndonesia.
Akupunkini sering berkomunikasi dengan dia lewat sms setiap harinya, so sweet bangetdia perhatian banget denganku..! Aku jadi sering tertawa-tertawa sendirididepan handphoneku yang sebelum kenal dia belum pernah aku alami hal semacamini. Bunda pun pernah memergoki aku cengingisan sambil ngetik sms di atas kamar tidurku. Bunda pun semakin curiga dansuatu malam aku kepergok melakukan itu lagi.
“hayo anak bunda katanya mau tidur tadi? Katanya saat belajar ngantuk? Apakahanak bunda yang canti ini sudah pinter bohong ya?”
“ohndak bund! Ini aku mau tidur!” kukira bundaku tak tahu .
“tidur apa smsan sambil tertawa sendiri sampai larut malam?”
“loh bunda tau dari mana bund? aku terkejut.
“sudah, nggak perlu tahu  bunda tau dari mana, kamu sudah punya pacarya?” “ah bunda, belum kok, beneran bund, aku nggak bohong kali ini!”
“lalu yang bunda baca waktu itu apa? Saat kamu sudah tertidur pulas danhandphone mu masih diatas kasur, sudah bunda bilang kan, ndak baik tidurmalam-malam apalagi menaruh HP diatas ranjang, sudah tau bahayanya kan?”
“(matiaku, smsku dan Adi dibaca bunda)” “iya bund, maaf Manisw telah berbohong padabunda, manisw nggak kan ulangi lagi bund. Janji…!”
“satulagi, kamu ndak boleh pacaran, kalau kamu pacaran, nanti bunda home schoolingkan kamu! Cepat tidur!” bunda pun pergi meninggalkan kamarku setelah mematikanlampu utama dan menutup pintu dengan sedikit membanting. Mungkin bunda kesaldenganku.
***
Pagipunmengetuk pintu. Hari ini hari yang sangat menyenangkan, aku diajak Adiketemuan, ya meski setiap hari kami sudah bertemu dan duduk sebangku, tapi diabilang Cuma ingin berduaan denganku, dan akupun menemuinya, disebuah taman kotadekat SMA kami sepulang sekolah, aku diajak banyak bicara dengannya, dia jugasempat bertanya tentang namaku artinya apa, kesukaanku apa,hal yang paling kubenci, dan membicarakan hal-hal yang menyenangkan, seolah-olah dia inginmengetahui pribadiku lebih dalam. mungkin dia juga merasakan hal yang samadengan apa yang kurasakan saat ini. Aku ingin sekali lama-lama disini, tapihari tak terasa sudah hampir gelap ketika kami selesai menghabiskan dua bungkusmagnum gold yang sangat lezat dan enak, dia membelikannya untukku ketika diatahu kalau aku suka es krim. Dia juga menawariku untuk mengantar pulang, tapiaku menolak, aku takut aku dimarahi bundaku ketika bunda tau aku diboncengcowok sampai larut begini, aku saja binggung mau memberi alasan apa kali ini,karena aku sudah sering pulang sore ketika aku diajak jalan-jalan dengan Adi.Maafkan aku bundaku tersayang.
“(Adi, aku suka padamu, aku sangat suka padamu, aku ingin kamu temanihari-hariku)” dan aku hanya diam tersipu malu saat dia menatapku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar