sejenak kubuka mata ini
ketika kemarin aku menutup diri
namun hanya memar yang kuterima
memerahlah semua darah-darah
ketakutanku menjadi nyata
tidak ada orang baik bila tiada orang jahat
kemudian membanggakan diri
padahal ilmu yang dimiliki belum sampai hati
tidak ada orang benar bila tiada yang disalahkan
lalu mengapa terus mengumpat
padahal benar
dunia ini hanya penuh logika
bagian dari kemapanan dahaga
dunia ini hanya permainan
teruntuk sang tunas dalam batang-batang segala usia
dunia ini adalah petuah
sesampainya diujung pepatah
lalu kenapa banyak yang merasa benar?
ketika yang sedikit menundukkan kepala dan terus diam dalam doa
lalu kenapa banyak yang merasa besar?
padahal hanya fatamorgana
kamuflase mata
tiang pun tiada
atap pun berserakan entah kemana
pondasipun malu dalam timbunan tanah
apa yang bisa dibanggakan?
wahai neraka
mag gugun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar