Rabu, 04 Desember 2013

telantarlah bunga


Teruntuk bunga disana

Maafkan aku tak pernah menyiramu

Apalagi menjengukmu
Aku terlalu lupa pada dirimu
Aku terlalu lupa tujuanku memilihmu
Aku terlalu lupa tujuanku menanammu
Lagipula kau sudah tahu
Tanpa surat kabar dan telephonku
Tanpa pesan dan telepatiku

Kau sudah jelas bahwa aku hanya menyiksamu
Kuharap kau bertahan disitu
Menungguku berubah jadi pompong yang tak menyentuhmu lagi
Menjadi pompon yang tak makan daunmu lagi
Menjadi pompon yang tak menghisap madumu lagi
Yang menjadi pompon yang tak minta kesucianmu lagi

Bungaku yang kucintai
Aku kini sedang terjatuh dalam tanah yang gersang
Tepat diatas akarmu aku menggeliat
Mencari makan yang tak pernah ku dapat

Inginku naik keatas sana lagi
Tapi aku malu
Walau izin sudah kau stempel dilembaran biru
Dimana aku akan menjadi kupu bila aku tak tahu arah dan waktu
Aku pernah bermimpi akan menjadi pelengkapmu
Ketika khalifah khalifah itu mengabadikan elok pesonamu
Aku ingin menjadi sesosok yang berharga bagimu
Tapi sayang
Aku ada ditanah yang tertindih karang

Mang gugun
07 Juli 2013 13:30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar