Menjadi seorang
motivator dan trainer masalah HIV AIDS adalah keseharianku saat ini, banyak
sekali yang aku rasakan, mulai dari sedih, haru, tangis, canda, tawa, dan juga
rindu akan teman-teman yang membutuhkanku diluar sana. Aku tak peduli dengan
masa laluku yang seorang pelacur, aku tak peduli lagi harus berbuat apa
terhadap masa laluku, yang jelas aku bangkit karena aku ada niatan dan ada
semangat untuk hidup.
Huft, hari ini
pengalaman yang sangat melelahkan baagiku, ada dua jadwal yang diagendakan,
pertana di sebuah Holel dan yang terahir di SMA, apakah kuat hari ini fisikku,
aku meminta asistenku untuk mengatur jamnya. Akhirnya aku mengawali pagiku
dengan bismillah mengisi di SMA
tersebut, masih sama tema yang sku ambil, yaitu tentang bahaya penyakit HIV
AIDS dan berkisar antara masalah-masalah remaja yang berkaitan dengan
hunungan/pacaran. Bersama dengan rekan-rekan kerjaku aku meyakinkan mereka
dengan materi-materi yang ada, diakhir sesi aku berperan sebagai mantan seorang
yang jahat, dan kuberikan kesaksian-kesaksian yang membuat mereka menangis,
mungkin dengan cara inilah meraka akan jera, dan harapanku tak ada lagi yang
mengikuti jejakku, banyak pula sms yang masuk seputar keluhan remaja-remaja
putri seusia SMP dan SMA yang pernah ku beri penyuluhan, pasti selalu ku
tinggalkan CP ku, entah itu nanti yang membalas aku, atau asistanku yang jelas
pasti akan kubalas semua. Dan aku sangat
miris dengan pengakuan meraka, banyak yang sudah dijebol oleh kekasihnya
terutama berawal pada hari valentin, dengan alasan melakukan sekali tak akan
hamil, dengan alasan setahun sekali, dengan alasan kasih sayang. Aku menangis jika
aku sendiri yang membalas sms tersebut, aku merasa tersiksa sekali, aku beri mereka
semua solusi, bahkan sampai datang berbondong-bondong ke kantorku, usahaku
adalah memisahkan meraka, itu usaha terakhirku dan mencoba jujur dengan orang
tua. Aku sangat kecewa dengan diriku dimasa lalu. Dan aku akan menebusnya hari
ini dan esok, sampai aku benar-benar mati.
Selepas makan siang aku
melanjutkan seminar di hotel yang dihadiri oleh pejabat-pejabat tinggi negara,
disana aku sangat terkejut dengan sambutan yang sangat meriah dari para
petinggi negera, aku berharap lebih pada bapak-bapak dan ibu pemimpin yang ada
diruangan ini, agar menjadi pemicu semangat generasi muda untuk berprestasi,
bukan menghancurkan diri. Tapi sepertinya dari ratusan peserta sedari aku
pertama duduk didepan sampai akhir tak henti-hentinya memandangiku, aku jadi
agak sedikit ketakutan dengan bapak yang berdasi, sedikit tua, usianya sekitar
42 tahunan, sepertinya pernah kenal dan pernah melihat, apakah
diseminar-seminar sebelumnya atau dimasa laluku, aku jadi sedikir berkeringat
dingin rupanya, selepas acara selesai aku pun segera menuju ke sekertariat
untuk mengambil honorku, aku dan tim tak pernah mematok harga, hanya mereka
yang memberiku uang dengan nominal yang cukup banyak untuk ku bagi dengan rekan
satu tim, pak supir dan asistenku, sekarang sukses bukan tujuan hidupku,
mengabdi dan menyuarakan “ mari selamatkan generasi muda dari HIV AIDS” adalah
suara hatiku yang terdalam, karena aku juga masih muda! Sebelum aku masuk mobil
bapak yang sedari tadi memperhatikanku menghampiriku.
“nak ratih?” aku
semakin berkeringat dingin.
“ iya pak, ada yang
bisa saya bantu?”
“ oh tidak nak ratih,
saya mengucapkan banyak terimakasih pada nak ratih, tapi bukan itu saja, nak
ratih tentu masih ingat saya kan?”
Aduh, pasti ini ada
hubunganya dengan masa laluku, “ em, mohon maaf bapak, saya benar-benar lupa
dengan bapak!”
“ oh ya sudah, saya
dahulu adalah salah sseorang yang pernah menikmati tubuh mbak ratih, mohon
maaf. Saya juga yang memutar lagu kupu-kupu malam waktu saya dan mbak ratih
bersenang-senang, ternyata mbak ratih sekarang sudah menjadi kupu-kupu siang
yang sangat elok dan tersohor dimana-mana. Tak peduli orang mau berkata apa,
tapi yang jelas kinerja mbak sudah menyelamatkan jutaan remaja selama dua atau
tiga tahun ini.
Mati aku, ternyata
bapak ini adalah salah satu pelanganku di masa laluku “ oh iya pak,
terimakasih, saya juga memohn maaf atas kesalahan saya waktu itu, sekali lagi
saya mohon maaf pak” air mataku kembali menetes, dan yah, aku pun menjadi drop
seketika, inilah yang aku takutkan selama ini, tapi aku sudah bertekat, bukan
hanya ini yang akan ku hadapi, tapi jutaan caci-maki.
“ ini nak ada sedikit
uang, mungkin bisa menyambung nyawa nak ratih, bapak sekeluarga minta maaf!”
“ oh iya pak, saya
ucapkan terimakasih banyak, sekali lagi saya mohon maaf ya pak!”
Bapak itupun pergi
meninggalkan aku yang sedang menangis dan asistenku yang siap-siap berjaga
dibelakangku jika sewaktu-waktu aku pingsan. Uangnya pun tak sedikit, kukira
hanya satu, dua, atau tiga juta, uang limapuluh juta dalam ratusan ribuan ku
terima. Alhamdulillahirabbil alamin ya allah.
Aku memang sangat suka
denga lagu “kupu-kupu malam” yang dinyanyikan oleh ariel peterpan, itu adalah
bagian dari masa laluku, lagu itu memiliki arti yang panjang dalam hidupku,
selalu tetesan air mata yang membanjiri pipiku ketika lagu itu terdengar halus
memalui udara yang terus bergerak. peterpan saat ini nama bandnya berubah jadi
Noah. kemarin akhir bulan lalu juga Noah ada dikotaku, mereka sedang konser
ditengah hujan yang lumayan deras, aku ingin sekali membeli tiket, foto bareng
dan memberikan cerita ini pada mereka, tapi sayang, diwaktu yang bersamaan aku
ada jadwal seminar, dan setelah itu aku pasti capek, apalagi seminarku bukan
dikotaku, ku urungkan niat ini, semoga aku bisa bertemu dengan mereka satu
panggung suatu saat nanti.amin
Tiga tahun yang lalu
aku adalah seorang yang sangat hina, jangan salahkan diriku, semua orang
memarahiku, mencaciku, dan memojokkanku dalam ruang sempit di tepi pojok bumi
ini, yah itulah masa-masa sulit yang aku alami. Mulai dari keluarga, teman,
sahabat, semua menjauh dariku, fikirku “sudah terlanjur basah, sekalian saja
mandi sampai mati.” Memang tak mudah melupakan sakit setiap malam yang ku alami
selepas melayani lelaki hidung belang itu, ada yang dari rakyat biasa,
sampai-sampai aku pernah jadi bokingan wakil rakyat sekelas anggota DPR. Lelaki
memang sama saja sebenarnya, sungguh itu adalah hal yang membuatku merasa
menyesal jika mengingatnya.
Rupanya dalam kursi
kerjaku ini aku sering melamun masa-masa itu, masa-masa dengan mudah
mendapatkan uang dalam waktu satu malam, berkisar tiga juta, empat juta, sampai
tujuh juta, apalagi aku pernah menjadi seorang pemain figuran dalam sebuah film
waktu aku jadi PSK dan kuliah dulu, ceritanya aku punya kakak angkatan dikampus
yang menawarkan aku bermain film, ya film indie sih, tapi laku terjual
dibioskop, sampai dilirik produser ternama dikota itu, yah, akhirnya aku naik
daun, tapi stetlah semua tahu bahwa aku seorang PSK atau ayam kampus, aku
diberhentikan dari kontrak yang baru sebulan aku tanda tangani, niatan sih mau
berhenti melacur, sepertinya dunia perfilman lebih menjanjikan, tapi ya mau
gimana lagi, belum rejeki. Tapi tak apalah, setelah itu aku mampu merogoh kocek
yang lebih dalam dari lelaki yang mencari kepuasan, minimal limabelas juta lah,
ya itu semua karena aku pernah jadi artis dadakan, naik deh gajiku, hahaha
Huh, sungguh tak
beralur ceritaku, memamng, seperti hidupku yang tak beralur pula, sempat merasa
sedih ketika dikeluarkan dari civitas kampus, karena entah dari mana surat yang
menyatakan aku positiv HIV AIDS itu
sampai juga ke tangan dekan, sampai rektor. Malang nasibku, padahal disana
bukan Cuma aku, masih banyak teman-temanku yang berprofesi sebagai ayam kampus
yang tak ketahuan, kalau aku mau, aku punya bukti, dan aku bisa menyeret lebih
dari duapuluh mahasiswa keluar bersamaku, tapi itu bukan kode etik seorang ayam
kampus, biar begini juga aku punya hati. Sudah susah mau ngajak-ajak orang yang
senasib, jangan lah, memangnya aku penusuk dari belakang, oh tidak, meski aku
hina itu bukan pekerjaanku, dan aku tak dibayar untuk menghancurkan masa depan
teman senasib.
Ya, masih ingat dengan
aryo, adik kelas aku di SMA, dan adik angakatanku di kampus, eh mantan
kampusku, mungkin saat ini dia sudah widusa, karena kemarin terahir SMS aku dia
lagi kejar skripsi, wah enak banget ya, sebentar lagi bergelar S1. Tak seperti
aku, sangat diharapkan orang tua menjadi satu-satunya harapan malah sangat
mengecewakan. Oh iya, tak usah bernostagialah, kembali pada aryo. Dia adalah
pemuda tampan, kaya, dan terkenal di kampus yang membuat aku masih hidup sampai
detik ini, walau harus menelan hampir 10 butir pil penambah daya tahan tubuh agar
tak mudah terserang penyakit, yah setidaknya memperpanjang usiaku sebelum usai.
Waktu itu dia
membokingku untuk menemaninya semalam, tetapi karena aku sudah profesional dan
dia masih abangan, aku kerjain saja, akan tetapi hasilnya sampai saat ini dia
lah malaikat penyelamatku. Tiga tahun yang lalu aku sakau, hampir mati dan
hampir tak bisa menebus dosa-dosaku. Tiga tahun lalu aku dibawanya kerumah
sakit tempatku sekarang mengabdi, sebagai duta. Duta nya bukan duta biasa,
menurutku melebihi duta indonesia di ajang Miss Univers. Ketika aku sedang duduk santai dikantor
selepas mengisi acara di salah satu R SMA BI ternama, aryo menelefonku, nada
dering kupu-kupu malam yang dipopulerkan oleh ariel peterpan pun memecah
kesunyian ruangakn yang ber AC ini.
“ halo, assalamualaikum mbak ratih,
apakabar nih?”
“ waalaikum salam. iya aryo, baik. Ada perlu
apa? Ada job lagi?”
“ oh ndak mbak, Cuma mau mengabari, aku
baru saja keluar dari ruang dosen pembimbingku, beliau berkata aku akan wisuda
bulan oktober nanti!”
“oh ya? Selamat ya, akhirnya kamu bisa
membanggakan mbak juga!”
“Terimakasih mbak, jam lima sore tak
tunggu di tempat biasa ya, sekalian ada yang mau aku kenalin sama mbak!”
“Wah siapa tuh? Jadi penasaran!”
“ya pokoknya tak tunggu ya mbak, met
siang, assalamualaikum..!”
“Waalaikum salam. Sampai ketemu sayang!”
Sejak aku diselamatkan olehnya aku
sangat akrab denganya, dia sudah ku anggap adik sendiri, beberapa kali dia juga
menginab dirumahku yang berada di kampung, selalu dia pasti bercerita masalah
apa saja yang ingin dia ceritakan padaku, kami sudah seperti saudara kandung
walau bukan saudara kandung.
Yah sejenak aku mengela
nafas panjang, ketika mengingat kejadian dua tahun yang lalu waktu aku masih
sering check kesehatan di dokter pribadinya, selepas aku pulang dari rumahnya
aku diajak kesalah satu resto yang ada di kampung, lumayan sederhana, tapi juga
sangat megah bagiku, dia sodorkan cincin emas dan perak sebagai tanda
keseriusanya mencintaiku, namun aku tak mungkin bisa menerinamnya, aku ODA,
sedangkan dia lelaki normal, baik dan rasanya tak pantas mendapatkannya, walau
dihati ini menginginkan dan menantikan hal itu terjadi, namun aku tetaplah ODA,
dan dia penyelamat ODA, jadi aku minta dia buat memikirkanya dahulu sebelum
bertindak.
Ini masalah masa depan
yang panjang, bukan setahun dua tahun tiga tahun, bosan-tinggal, bosan-buang,
bosan-selingkuh, bosan-jajan seperti yang dulu pernah ku tanyakan pada
orang-orang yang menikmati tubuhku, kenapa mas/ bapak melakukan semua ini, apa
tak kasian sama anak istri, aku tak mau nantinya aryo melakukan itu padaku,
walaupun aku adalah wanita penghancur rumah tangga orang. Aku tak mau keturunan
keluarganya dia ada yang menderita penyakit yang harus menelan biaya hampir dua
juta setiap bulanya, dan entah sampai kapan tubuh ini akan bertahan aku juga
tak tahu, “aku sudah terlalu hina bagimu yo! Terimakasih atas tulusnya cinta
kasihmu padaku, tapi aku tak pantas kamu cinta dan kamu sayang, apalagi kamu
menilahiku hanya karena dasar kasihan, itu tak kan bertahan lama yo!”
Akhirnya diapun
berfikir ulang untuk menikahiku, yah itulah yang terbaik bagi kamu dan memang
yang terbaik, dia adalah orang baik, sedangkan aku adalah orang yang ingin baik
lagi, beda konteksnya kan. Lamunanku membuat lantunan “kupu-kupu malam” pun berdering
kembali.
“halo, assalamualaikum mbak, ayo, sudah
pulang belum, kalau belum tak jemput saja di rumah sakit!”
“oh iya maaf yo, waalaikum salam. mbak
tadi istirahat, kecapekan. Oke jemput mbak di RS aja ya!”
Mobil yang dulu aku tunggangi empat
tahun silam, ini dia, sudah ada didepan mata, jadi teringat kebut-kebutan malam
itu, jadi teringat keringat aryo yang keluar mengucur malam itu, jadi teringat
kumis palsu itu, jadi teringat jaket kulit dan topi gelap yang menutupi separuh
muka aryo. “ mbak, ngapain benggong, ayo masuk!” segera aku masuk, dan
merasakan apa yang kurasakan saat ini.
“selamat ya yo, oh iya pak aryo S.Pd.
sekarang, hehehe”
“ ah mbak bisa aja, belum resmi lo,
jangan dulu mbak. Hehehe”
“yo….!”
“heem, ya mbak, ada apa?”
“ kok pakai mobil ini, terahir kamu
pakai dan aku lihat empat tahun yang lalu yo!”
“hehehe, kenapa mbak? Masih ingat kah
mbak? “
“Wah ya ingat banget lah yo, dengan Cuma-Cuma
kamu ngasih uang ke mbak tanpa susah payah lo..hehe”
“eh, iya, sini kembalikan uangku mbak? Wah
…hahaha!”
“ iya setelah mbak kembalikan, besoknya
kamu layat dirumah mbak ya!”
“ nggak-nggak mbak, bercanda kok, oh iya
cukupkan mbak bulan ini? Obatnya masih banyak? Ayah aku kemarin dari luar
negeri itu ngecek proyek thunder, dan membelikan aku suplemen yang lebih murah
untuk daya tahan tubuh deh mbak, tapi
dari hongkong kayaknya ramuan itu!”
“halal nggak? Hehehe ah nggak ah, nanti
kalau aku ketagihan gimana? Yang ini aja deh!”
“ hehehehe, oke mbak, coba aja dulu ya!”
“ nggak, kamu itu sudah terlalu banyak
mbak repotkan, mbak berhutang banyak nyawa padamu!”
“ ah mbak biasa aja kali, bisa aja,
semua karena aku ada kesempatan mbak, maka waspadalah-waspadalah! Loh, hehehe!”
“ ah kamu itu bercanda melulu, eh tadi
ditelefon kamu mau kenalin aku ke siapa?”
“Tunggu saja mbak, kita hampir sampai!”
Segera mobil balap yang
tiada duanya itu melejit kesebuah resto yang biasa kami kunjungi berdua, tapi
kali ini dia nggak sendiri kayaknya, hehehe selepas aku turun dari mobil
kulihat sebuah mobil mercedes pink berplat nomor yang tak asing lagi bagiku,
aku masih ingat betul, itu adalah mobil bosku waktu aku jadi ayam kampus,
segera ku pastikan apakah itu benar apa tidak, ada lecet dibagian bawah dekat
lampu mobil bagian belakang, ternyata benar, wah pasti mantan bos ku ada
disini. Aku segera waspada dan memberi tahu aryo, kalau terjadi apa-apa aku
minta tolong padanya lindungi aku.
Setelah kami berdua
duduk dimeja nomer 12 kami segera memesan makanan yang paling kami suka untuk
merayakan wisudanya aryo beberapa minggu lagi, yah aku diminta untuk makan
sepuasnuya sampai kenyang, pokoknya aku ditraktir sepuasnya sore ini, bungkus
juga boleh, hehehe, ketika aku tanya siapa yang akan dia kenalkan kepadaku,
kenapa orangnya tak kunjung tiba, dia memintaku bersabar. Setelah lama menunggu
seseorang yang mau dikenalkan aryo padaku dari toilet akhirnya muncul juga. Aku
sangat terkejut dan kaget melihat wajah yang tak kan pernah aku lupa dan tak
asing lagi bagiku.
“Astagfirullah, itukan?
Kamu kan?”
“kumohon yo, jangan
yang ini!” ketika masih tampak dari kejauhan aku segera berkata pelan pada
aryo. akupun berlari meninggalkan restoran itu tanpa pamit, dan aryo pun
mengejarku dan berusaha meminta penjelasan dariku.
Karya : mang gugun
Wedarijaksa, 14
februari 2013
Say no to valentine. Apapun
agamanya dan siapapun pribadinya.
Say no to free seks. Karena
tubuh kita itu mahal harganya.
Akan lebih bermakna
jika disentuh sah oleh pendamping sah hidup kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar