Aku lupa kapan terahir aku melihat berita
Dan aku lupa kapan aku terahir menangis
Semoga aku lupa kenapa aku ikut berduka
Karena aku lupa akan laut merah yang pindah ke palestina
Biarkan aku lupa akan luka-luka
Dengan aku lupa pun semua tak kan berubah
Seperti bermain dalam game
Tapi itu nyata!
Itu nyawa
Itu basah darah
Itu manusia
Itu balita
Itu... ? Siapa kau ?
Oh...kau pelakunya.
Aku tak pandai merangkai kata
Aku hanya pandai menangisi mereka
Aku akan berjalan menyusuri bebatuan tempat berjalan
Aku akan orasikan yang kupunya
Dan aku akan lupakan berita kematian
Aku akan lupa ketika aku dalam keramaian
Aku akan lupa mimpiku pergi kesana
Aku akan duka bila aku tak segera lupa
Disana banyak penjara
Disana banyak neraka
Disana aku lupa ada banyak tentara
Andai Andai andai Andai andai andai...
Hanya bisa mengandai-andai
Ya Rabb ketika aku terjaga dari lupa
Aku ingin mereka sudah merdeka
Aku ingin mereka tak bermandikan darah lagi
Aku ingin mereka tak bermain main dengan panasnya peluru
Aku ingin tak ada ronta balita yang sakaratul maut
Aku ingin mereka hidup bersama
Sama seperti aku yang ada disisimu
Buah pena : mang gugun
puisi untuk palestina
Pati, 28 Desember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar