Rabu, 08 Agustus 2012

Belajar Menjadi Guru SD di Bukit Ilmu(UNNES)


Belajar Menjadi Guru SD di Bukit Ilmu(UNNES)
Latar Belakang
Menjadi pengajar adalah cita-cita saya sejak kecil, disamping bercita-cita menjadi sastrawan.Bukan karena guru ekarang gajinya banyak dan hidupnya sejahtera tetapi karena memang panggilan dari lubuk hati yang terdalam, betapa senangnya memiliki murid-murid yang kelak menjadi pemimpin bangsa yang adil dan bijaksana.
Keinginan ini semakin kuat ketika  saya prihatin dengan kondisi mental anak-anak jaman sekarang, terutama kalangan anak SD, saat usia yang masih dini di era globalisasi ini mereka mudah terpengaruh dan terpancing oleh hal-hal baru yang mereka belum cukup kuat mentalnya untuk menerima hal baru tersebut. Banyak  anak SD yang sudah ter racuni oleh budaya remaja dan dewasa. Untuk itu sangat di perlukan penanaman mental yang kuat sejak dini.Sehingga bukan hanya pandai halam hal akademik, saja, namun juga pandai dalam memposisikan dirinya sendiri kelak.
Di SMA Negeri 1 Juwana
Tiba saatnya kelas tiga si SMA Negeri 1 Juwana, saya berusaha keras untuk belajar agar bisa mewujudkan mimpi sebagai pemondasi mental anak SD, tentunya menjadi guru SD. Saat semester dua dimulai inilah saat yang paling menentukan langkah saya, kemana saya harus melangkah kali ini. Banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang datang ke SMA untuk memperkenalkan diri, hal ini membuat saya binggung, saya  konsultasiakn kepada BK tentang minat,bakat, dan kemampuan saya, untuk mencari dimanakan Perguruan tinggi yang pantas untuk saya dan akan mengambil jurusan apakah saya nantinya. Dari perbincangan saya dengan bu Nur dan bu Pur, serta bimbingannya, saya memutuskan untuk daftarkan diri saya di SNMPTN jalur undangan than 2012 yang alhamdulillah saya masuk rekomendasi.saya mendaftar di UNNES dengan jueusan pertama PGSD dan jurusan ke dua pendidikan sosiologi.
Diterima SNMPTN Undangan dan Bidik Misi
Setelah menunggu dengan penuh doa dan tawakal akirnya mimpi saya menjadi kenyataan,bebetapa takjubnya tapa besar kuasa tuhan atas diri saya, betapa takjubnya saya melihat kenyataan yang ada. Terus terang kondisi ekonomi keluarga  saya saat ini kurang memadahi untuk kuliah, untuk bersekolah di SMA saja masih banyak uang-uang yang saya tunggak karena belum punya uang. Sampai baru pengambilan ijazah kemarin baru saya lunasi karena baru di beri uang dari orang tua.Itu saja saya tahu uang dari meminjam tetangga sebelah rumah saya.Saya sangat bealah runtung karena semasa di SMA saya dapat beasiswa dan beberapa bantuan dari pihak sekolah karena ddikasi dan perstasi saya di sekolah. Sebelumnya, tak ada harapan bagi saya untuk kuliah, tapi Tuhan berkata lain.
Saya diterima di SNMPTN Undangan 2012 adalah hadiah terbesar saya di tahun 2012 ini, dari puluhan ribu pendaftar jalur tersebut saya adalah salah satu yang beruntung mendapatkan tempat istimewa itu, saya juga menjadi rajin menggunjungi BK, dan mencari-cari niformasi terbaru mengenai pengumuman selanjutnya dari UNNES.
Saya tidak boleh larut dalam euvoria kegembiraan terlebih dahulu, orang tua saya sangan bersyukur dengan diterimanya saya di UNNES,  tetapi saya dan orang tua juga merasa sangat cemas,  jikalau tidak di terima Bidik Misi harus berbuat apa selanjutnya. Nyali saya sempat menciut ketika penantian saya terhadap beasiswa bidik misi tak kunjung keluar hasilnya.Hingga kedatangan tim survey bidik misi dari UNNES yang membuat saya sedikit lega, tetapi setelah itu saya juga masih menanti hasil dari survey tersebut. Saya serahkan semua hasilnya pada tuhan, ini lah usaha saya, niat saya tulus dan mulia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.Setelah menunggu saya buka di web UNNES saat saya mencari info-info sebelumnya. Di kamar kos guru sekaligus idolaku di SMA Negeri 1 Juwana,  Pak Mawahibbul Anwar yang berbahagia dengan ibu Listiyaningsih. Saya memnijam laptop dan sayabaca disana,  pengumuman bidik misi. Ada  nama saya disana tidak ya? gemetar tangan ini mmegang mouse, ketika saya melihat nama saya tertera sebagai salah satu penerima bidikmisi. Saya sudah tak bisa berkata apa-apa lagi, saya merasa tuhan banyak skali membantu saya, sujud sukur dan air mata datang seketika itu juga pada saya.Dengan sepenuh hati saya pulang kerumah, segera saya kabarka berita ini pada orang tua saya.Tangis bahagia mereka hadir dalam pelukan hangat.Alhamdulillah.
Jadi Guru SD atau Guru Bahasa Indonesia?
Beberapa hari sebelum saya mendaftarkan diri di jalur SNMPTN undangan 2012 dengan melamar bidik misi, saya pergi ke kantor kecamatan wedari jaksa untuk mengurus surat keterangan tidak mampu dari kecamatan, namun waktu itu semua pegawai kantor sudah pulang, tak terkecuali petugas yang piket disana, saya di ajak berbincang-bincang mengenai mau melanjutkan kuliah dimana. Memang dari SD saya sudah bercita-cita menjadi guru SD, tetapi dalam perjalanan hidup saya sempat berbelok arah ingin menjadi guru maple Bahasa Indonesia.Karena saya juga menyukai dunia sastra.
Di dalam perbincangan itu saya seolah-olah diingatkan dan disadarkan kembali oleh tuhan bahwa saya harus menjadi guru SD, beliau pak penjaga kantor kecamatan berkata, banyak peluang jika saya mendaftarkan diri  sebagai guru SD. Karena empat sampai lima tahun kedepan banyak guru SD yang akan purna jabatan atau pensiun. Dari perbincangan itulah saya tersadar kembali dan mendaftarkan diri di UNNES jurusan PGSD.
Peristiwa 12 Juni di Semarang
            Hari itu adalah hari bersejarah dan penting dalam hidup saya dan setiap calon maba UNNES, bertempat di gedung auditorium UNNES calon maba dari FIP, FBS, FT, dan FIK di kumpulkan untuk mendapatkan pembekalan dan penyerahan berkas yang sebelumnya sudah di persiapkan dari rumah.
11 juni, satu hari sebelum peristiwa itu terjadi, saya dan teman-teman rombongan dari SMA Negeri 1 juwana memutuskan untuk berangkat bareng menggunakan travel dengan biaya per orang Rp  50.000,00. Dalam rombongan tersebut terdiri dari aryun, aguinda, dona, yuni, ika, alfian, maulida, pas, ulil, putranto, fais, dan saya. Siang hari sebelum saya berangkat sayamenyempatkan diri untuk tidur, agar dalam perjalanan bisa fit, sehat, dan segar saat besok di gedung auditorium. Pukul 17.00 WIB saya diantarkan bapak saya di tugu sukun, juwana. Mobil travel baru datang sekitar pukul 18.00 WIB. Dari juwana kami beangkat, sebelumnya kami mapir di masjid pati untuk menunaikan salat magrib, ditengah perjalanan kami ciptakan suasana yang hangat dan melakukan hal-hal lucu dan konyol.Semisal ada hal yang belum pernah kami lihat kami bicarakan dengan penuh candaan. Hal indah yang tak kan pernah terlupa. Jam 22.00 WIB saya dan rombongan baru sampai di semarang, kami pun menginap di rumah saudaranya maulida. Pukul 23.00 WIB tiba dirumah saudaranya maulida dan bermalam disana. Sekitar pukul 03.00 WIB pagi kami sudah bangun untuk bersiap-siap menuju UNNES di sekaran.Rumah saudaranya maulida ternyata dekat dengan PGSD ngalian.Pukul 04.00 WIB kami berangkat dari rumah tersebut, dengan suasana yang masih ngantuk sekitar pukul 05.00 WIB sampailah kami di tempat tujuan.Kamipun salat subuh di masjid unnes dan sarapan pagi di warung dekat kampus unnes di sekaran.
            Pukul 08.00 WIB acara pembelalan pun di mulai, kami satu rombongan dari SMA Negeri 1 Juwana memasuki auditorium, nama kami sudah dipersiapkan dan sudah tertempel di masing-masing kursi yang akan kami dudukki. Acara pun segera di mulai, kami diperkenalkan tentang UNNES dan berbagai kegiatan yang ada di dalamnya oleh mahasiswa yang ada di sana. Ada juga penjelasan dari pembantu rektor UNNES tentag keberadaan kita disana sebagai orang-orang yang beruntung karena telah diterima jalur SNMPTN Undangan. Sampai pukul 13.00 WIB  acara pun dilanjutkan penyerahan berkas, kegiatan pembekalan pun telah selesai. Tetapi untuk calon maba yang mendaftarkan bidik misi pada pukul 14.00 WIBakan diadakan semacam pembekalan dan pengarahan tentang Bidik Misi.
Sekitar pukul 16.00 WIB rombongan perjalanan dari SMA Negeri 1 Juwana melanjutkan perjalanan pulang setelah melakukan serangkaian kegiatan pada hari ini. Kami sangat capek dengan kegiatan hari ini, tetapi ahl itu tidak menyurutkan saya untuk mengajak bercanda temanteman  saya di mobil travel. Di tengah perjalanan kami semua gunakan waktu untuk beristirahat.Pukul 20.00 WIB kami sampai di rumah masing-masing tengan perasaan hyang gembira.
Tragedi 19 Juni
Hari itu adalah hari dimana saya dan calon maba dari UNNES wajib lapor diri, rangkaian acaranya saya piker ungkin sama dengan kegiatan pembekalan, tetapi kami dari sebagian rombongan juwana terkena sedikit trobel. Mulai dari mencari mobil travel yang sangat sulit, sampai teman-teman yang tak mau di ajak kompak untuk berangkat bersama lagi. Satu hari sebelum hari itu, saya sudah berusaha mencari mobil travel sampai nyasar ke adikku yang bernama Tino Indra, dari hal inilah tragedi ini dimulai.Awlnya semua kegiatan kami sudah terrencana dengan sempurna, tetapi sekitar pukul 04.00 WIB tiba-tiba kondisi berubah 100 persen ketika tino dilarang membawa mobil oleh bapaknya. Hati saya sudah tidak karuan rasanya. Saya, Aryun, Mualida, Ulil, Aguinda dan Fais akirnya memutuskan untuk naik motor menuju UNNES, kami menembus dinginya jarum-jarum fajar yang menyiksatulsin ini.
Apalagi dari rumah saya belum sarapan dan makan sejak dari kemarin sore, karena memikirkan bagaimana kita besok akan berangkat hanya dengan enam orang. Walau sudah menggunakan jaket tetapi rasa dingin tetap menembus tulang. Rasa bersalah pun selalu saya pikirkan dalam perjalanan tersebut, teman-teman rombongan menjadi sedikit berubah terhadap saya. Pasti mereka kecewa dengan saya. Dari Wedarijaksa kami berangkat pukul 05.00 WIB dan sampai di sekaran pukul 07.00 WIB dengan badan yang masih sangat kedinginan. Apalagi mata saya memerah dan tubuh saya terasa kurang  sehat, tak lupa kantuk pun menemani saya karena semalaman tidak tidur, kamipun sarapan pagi di dekat UNNES. Pukul 08.00 WIB kami sudah sampai di gedung auditorium UNNES untuk melaksanakan verivikasi dan lapor diri.  Prosesnya tak seindah yang kami bayangkan. Saya dan teman yang lain harus berdiri berjam-jam menunggu giliran untuk duduk di beranda auditorium dan masuk satu per satu kedalam auditorium.
Sungguh ini ujian bagi saya, karena tas yang saya bawa sangat berat isinya, mulai dari baju ganti sampai buku-buku. Apalagi ditambah perut saya yang tidak bersahabatsehingga saya harus tiga kali keluar dari antrean memasuki gedung auditorium dan posisi saya tergeser oleh ratusan calon maba yang antre juga. Sampai-sampai tubuh ini hamper tak kuat untuk berdiri dan mata pun berkunang-kunang, namun inilah perjuangan, saya tak boleh menyerah hanya dengan ujian yang seperti ini. Sekitar pukul 11.00 WIB saya baru bisa masuk dalam auditorium dan melakukan serangkaian kegiatan verivikasi data dan pelaporan diri, terdiri dari delapan pos dan ruang informasi tentang kemahasiswaan di sayap kiri dan kanan auditorium yang harus saya datangi satu demi satu.
Pos yang pertama adalah verivikasi biodata sekaligus cetak nomor induk mahasiswa, ini adalah pos pertama yang wajib di datangi oleh seluruh calon maba,  selanjutnya pos pemotretan kartu mahasiswa, pos pengembalian berkas, pos tes kesehatan, pos ukur jaket, pos pembelian buku paket, dan pos pembukaan rekening. Dalam setiap pos tersebut saya juga harus antre lagi dengan maba yang lain. Seharian berdiri hanya sarapan pagi dan minum segelas air putih kemasan yang disediakan panitia membuat perut saya menderita. Rasanya sakit sekali. Antrean yang paling panjang adalah pembukaan rekening bank dan pos tes kesehatan. Pukul 16.00 WIB saya baru keluar dari gedung auditorium, pukul 16.30 WIB saya dan rombongan motor dari juwana pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan lelah dan kecapekan. Sekitar pukul 20.00 WIB kami semua tiba di rumah masing-masing dengan kondisi tubuh yang sudah sangat lelah. Setiba dirumah saya pun langsung istirahat dan merasakan hal yang campur aduk. Mulai dari lega, puas, lelah, senang, juga susah, dan masih banyak lagi perasaan yang tak bias saya jelaskan dengan kata-kata, perut saya sampai dua minggu setelah lapor diri baru berangsur pulih dari rasa ssakit.
Inilah perjuangan yang bias saya kategorikan sebagai perjuangan yang benar-benar perjuangan, atau apalah terserah. Hidup memang tidak mudah dan tidak selamanya seperti yang kita inginkan. Terimakasih telah membaca ceritaku yang bertema sekaligus berjudul “Belajar mewnjadi Guru SD di Bukit Ilmu (UNNES). Tunggu kisah selanjutnya ya?

Dikarang oleh mang Gugun nama pena dari Muharram Adruce Noor
Mahasisaw baru fakultas ilmu pendidikan jurusan PGSD
Wedarijaksa, 06 Juli 2012
pukul 23.23WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar